Penyebaran pamflet penanggulangan Demam Berdarah

Latar belakang program ini adalah adanya laporan dari warga bahwa di padukuhan Jongke Lor banyak yang terjangkit DBD ketika musim hujan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentng pentingnya kebersihan lingkungan untuk mengurangi munculnya DBD saat musim hujan.
Pencegahan yang dilakukan dengan menutup, menguras, dan mengubur tempat hidup nyamuk Aedes aegepty. Serta memberikan bubuk abate pada bak mandi. Program ini dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2009 dengan menyebarkan pamflet yg berisi langkah-langka penanggulangan demam berdarah kepada warga.

PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA

Pengetahuan sangat mempengaruhi tindakan masyarakat. Mayoritas ibu-ibu di RW 27 padukuhan Jongke Lor belum mengetahui Program KB terutama di RT 03. Sehingga banyak diantara mereka yang memiliki anak lebih dari 2 dan status ekonomi yang rendah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu untuk tidak memiliki anak lebih dari 2 demi meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mengetahui pentingnya kesehatan reproduksi. Penyuluhan ini berisi tentang definisi KB, arti penting KB, komplikasi yang dapat ditimbulkan jika tidak melakukan prosedur KB yang benar, dan lain sebagainya. Kami mendatangkan penyuluh dari kader KB Kabupaten Sleman untuk membarikan penjelasan. Setelah itu disusul dengan kegiatan tanya jawab. Dan tindak lanjut adanya rujukan komplikasi sebab KB yang tidak benar serta pemasangan alat KB bagi ibu yang belum menggunakan alat KB.

GERAKAN CUCI TANGAN MASSAL

Penanaman cara hidup bersih dan sehat kepada siswa SD sangat diperlukan. Anak usia sekolah (SD) sangat rentan terhadap penyakit karena kontak dengan lingkungan sangat tinggi. Lingkungan kantin sekolah yang tidak terlalu bersih juga merupakan pemicu munculnya program ini. Selain itu, tempat siswa makan ketika jam istirahat juga tidak memadai. Sehingga dengan adanya program ini, siswa terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun sesuai waktu yang tepat untuk cuci tangan, serta mengetahui cara mencuci tangan yang benar.

SCREENING KESEHATAN GIGI

Kesehatan gigi dan mulut sangat penting sehingga perlu kontrol yang rutin terhadap kondisi gigi dan mulut. Program ini bertujuan agar kami dapat mengetahui status keseharan gigi siswa SDN Mlati 2, sehingga jika ditemui kelainan dapat segera dirujuk ke RSGM atau Puskesmas. Selain itu karena kontrol gigi sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali dan menanamkan prinsip bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Program ini juga bertuuan untuk mengatasi masalah kesehatan gigi dari yang kecil supaya tidak berlanjut menjadi penyakit yang lebih parah ataupun menyebabkan gigi diekstraksi.

PEMBINAAN UKS

Program ini terlaksana karena adanya latar belakang tidak adanya UKS yang memadai di SDN Mlati 2, obat-obatan yang kadaluarsa, peralatan yang tidak lengkap, kondisi ruang UKS yang sangat tidak layak, dan sistem koordinasi UKS yang kurang baik. Menurut hasil observasi, jika ada siswa yang sakit, guru sangat kesulitan membawa siswa tersebut ke Puskesmas karena jadwal mengajar guru yang sangat padat dan tidak tersedianya UKS yang layak. Siswa harus menunggu selama beberapa saat, setelah itu ada guru yang mengantar ke Puskesmas dan siswa tidak mendapatkan pertolongan pertama. Dengan adanya pembinaan UKS, diharapkan jika siswa memiliki masalah dengan kesehatannya, dapat ditangani di UKS ini, minimal untuk mendapatkan pertolongan pertama.

GERAKAN SIKAT GIGI MASSAL

Program ini kami buat karena siswa SD masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara menyikat gigi yang benar dan sikat gigi yang bagaimana yang baik digunakan. Selain itu, kesehatan gigi sangat didukung oleh gigi yang bersih. Tujuan program ini agar siswa SD mengetahui cara memilih sikat gigi yang baik dan cara menyikat gigi yang benar sehingga dapat meningkatkan status kesehatan gigi. Selain itu, cara menyikat gigi yang salah dapat menyebabkan erosi gigi dan resesi gingival yang akan mengganggu estetika. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai cara menyikat gigi yang benar dan cara pemilihan sikat gigi yang baik sangatlah diperlukan.

Pembinaan Kepengusahaan Industri Kecil Makanan Mengenai Peminjaman Modal

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan suatu bentuk usaha yang dapat dilakukan oleh hampir semua orang. Hal ini karena tingkat kerumitan dalam menjalankan usaha dalam bentuk UMKM tidak serumit dalam menjalankan usaha semacam ini. Namun kelemahan yang terdapat dalam UMKM yang kami temui adalah kurang kuatnya modal untuk mengembangkan usaha.
Melihat permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan suatu pembinaan mengenai peminjaman modal. Adanya pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan permodalan yang dimiliki pemilik UKM sehingga dapat meningkatkan pproduksi dan diharapakan ikut meningkatkan penjualan produk sehingga berimbas pada peningkatan ekonomi keluarga. Pembinaan dilakukan dengan cara pengenalan pada proposal peminjaman dana dan penghitungan neraca keuangan.
Keuntungan program ini adalah untuk mengenalkan produsen pada usaha peminjaman modal untuk penguatan perodalan. Adanya penguatan permodalan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sehingga penjualan juga ikut meningkat. Selain itu, adanya pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian produsen. Sehingga hal ini semakin memperbesar peluang untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar.